frase verba

Posted: Mei 14, 2013 in Uncategorized

Verb phrases atau frase verba adalah frase yang tersusun dari verba utama ditambah dengan auxiliaries, adverbs, adverb phrases (or clauses), prepositional phrases, atau object. Dalam kalimat, frase verba berfungsi sebagai predikat.

Contoh:
– He was smoking.
– After she had learned to drive, Alice felt more independent.
– We will meet at the library at 3:30 p.m.
– Henry made my coach very proud.

Dalam frase verba, verb selalu menjadi head, yang dapat disertai pre-modifiers dan/atau post-modifier.

Jika terdapat pre-modifiers, bisa berupa kata negative (not/never) atau adverb phrase.
– not say what he is doing.
– never needs money.
– He deliberately broke the window.

Kebanyakan head verba harus diikuti oleh post-modifiers.
– My son [made a cake].
– We [keep pigeons].
– I [recommend the fish].

Verba yang memerlukan post-modifiers biasa disebut transitive verbs. Post-modifiers pada contoh diatas disebut juga objek langsung (direct object) atau komplemen (complement of the head).

Sebaliknya, beberapa verba (intransitive verbs) digunakan tanpa objek langsung:
– Susan smiled.
– The professor yawned.

Tetapi, banyak juga verba dalam bahasa Inggris berlaku sebagai transitive dan intransitive, tergantung cara pemakaiannya dalam kalimat. Berikut adalah contoh penggunaan kedua bentuk verba tersebut:
– Mark smokes. (Intransitive)
– Mark smokes cigars. (Transitive)

Objek atau komplemen yang melengkapi frase verba tidak hanya objek langsung (direct object) tetapi juga dapat berupa objek tak langsung (indirect object).
– We [gave James a present].

Perhatikan juga contoh berikut yang menggunakan verba to be sebagai head:
– David [is a musician]
– Amy [is clever]
– Our car [is in the car park]
Pronouns and Antecedents
Kata benda (noun) yang diwakili oleh kata ganti (pronoun) dikenal dengan istilah antecedent. Kata benda tersebut dapat berupa sebuah kata, frase, atau klausa. Pada umumnya, dalam sebuah kalimat, antecedent terletak sebelum kata ganti.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini, yang berhuruf tebal adalah pronouns dan yang bergaris bawah adalah antecedents.
– The car that I want is on sale.
– The teacher asked the children where they were going.
– The government workers received their paychecks.
– I threw the keys to him and he caught them.
– Jane thought she saw the missing boy and reported him to the police.
– The shift supervisor hates these accidents because he thinks they can be easily avoided.
– Does anyone have his or her book?

Pronoun harus setara dengan antecedent-nya. Dengan kata lain, jika antecedent berupa singular maka pronoun juga harus singular. Jika antecedent berupa plural maka pronoun juga harus plural. Dalam kalimat, kadang-kadang pronoun berlaku sebagai antecedent yang diwakili oleh pronoun lainnya.
agak, agaknya

agak

1. somewhat
– Itu agak mengherankan. It was somewhat of a surprise.
– Aku agak terkejut melihatnya. I was somewhat surprised to see him.

2. pretty = cukup
– Hari sudah agak malam. Saya harus pergi. It’s pretty late. I have to run.
– Angin bertiup agak kencang. The wind blew pretty hard.

3. rather
– Dia janda yang agak kaya. She’s a rather a rich widow.
– Aku merasa agak lelah. I’m feeling rather tired.

4. fairly = cukup
– Dia gadis yang agak berbakat. She’s a fairly talented girl.
– Rumah itu memiliki taman yang agak besar. The house had a fairly large garden.

5. kind of
– Dia agak jahat kadang-kadang. She’s kind of mean sometimes.
– Aku agak lapar. I’m kind of hungry.

6. sort of
– Dia agak kikir. He’s sort of stingy.
– Percakapan mereka agak membosankan. Their conversation was sort of tiresome.

7. little = sedikit
– Kami agak terlalu pagi. We’re a little early.
– Dia agak gemetar ketika berbicara. She trembled a little as she spoke.

8. bit = sedikit
– Dia agak tajam kata-katanya. She’s a bit sarcastic.
– Sepatu ini agak sempit. These shoes are a bit tight.

agaknya

1. it seems = tampaknya
– Agaknya pesta itu akan ramai. It seems the party is going to be a success.
– Agaknya aka nada sedikit penundaan. It seems there’s going to be a slight delay.

2. it looks like = tampaknya
– Agaknya akan hujan. It looks like it’s going to rain.
– Agaknya mereka sudah tidak membutuhkan kita lagi. It looks like they won’t be needing us any more.

3. apparently
– Dia agaknya tidak begitu siap untuk menempuh ujian. Apparently, she wasn’t quite ready for the exam.
– Agaknya perusahaan itu mengalami kerugian besar. Apparently the company is losing a lot of money.

4. presumably = diduga
– Agaknya tiap orang akan memberi suara. Presumably, everyone is going to vote.
– Agaknya di sinilah tempat terjadinya kecelakaan. Presumably this is where the accident happened.

5. it appears = tampaknya
– Agaknya dia tidak senang dengan pekerjaannya. It appears he isn’t happy with his job.
– Agaknya semua arsip sudah dihapus. It appears all the files have been deleted.

Possessive ‘s

Dalam bahasa Inggris possessive ‘s tidak hanya digunakan untuk menunjukkan milik atau kepunyaan akan suatu benda saja tetapi juga menunjukkan kepunyaan dalam artian yang lebih luas antara kata benda (nouns) yang diikuti dengan tanda baca ‘s, apostrof (apostrophe) dan huruf s, sebagai pemilik dan kata benda yang mengikutinya.

Contoh:

menunjukkan milik/kepunyaan:
John’s car
the senator’s aide

menunjukkan subjek yang melakukan tindakan/aksi tertentu:
the tide’s ebbing
Amy’s presentation

menunjukkan objek yang melakukan tindakan/aksi tertentu:
the company’s owners
the hero’s betrayal

menunjukkan jenis atau macamnya:
learner’s dictionary
a women’s college

menunjukkan sifat:
my father’s gentleness
the character’s greed

menunjukkan bagian atau unsur:
the bird’s wing
the book’s cover

menunjukkan sumber atau asal mulanya:
Beethoven’s symphonies
grandmother’s letter

menunjukkan ukuran atau jumlah:
a day’s journey
an arm’s length

Beberapa aturan membentuk possessive ‘s dalam bahasa Inggris:

1. Singular nouns dan plural nouns yang tidak berakhiran -s dibentuk dengan menambahkan ‘s.
one’s home
a man’s job
men’s work
the people’s choice
the knife’s edge
a child’s voice
the children’s room
women’s clothes
the horse’s mouth
the bull’s horns

2. Plural nouns yang berakhiran -s hanya ditambahkan ‘ (apostrophe) saja.
a girls’ school
the students’ hostel
the eagles’ nest
the Smiths’ car
the doctors’ recommendations
the glasses’ rims
the flies’ buzzing noises

3. Proper nouns dibentuk juga seperti nomor 1 dan 2.
Eliot’s novels (singular)
Dostoyevsky’s biography (singular)
Velázquez’s paintings (singular)
the McCarthys’ and the Williamses’ parties (plural)
the Schwartzes’ trip (plural)

4. Nama-nama klasik (classical names) yang berakhiran -s cukup ditambahkan ‘ (apostrophe) saja.
Pythagoras’ Theorem
Archimedes’ Law
Sophocles’ plays
Socrates’ Apology
Hercules’ strength
Ramses’ reign

5. Nama-nama lainnya yang berakhiran -s bisa ditambahkan ‘s atau apostrof saja.
Mr Jones’s (atau Mr Jones’) house
Yeats’s (atau Yeats’) poems

6. Gabungan dua kata atau lebih (compounds), pada kata terakhir ditambahkan ‘s atau apostrof. Hal ini juga berlaku untuk nama dan gelar.
my brother-in-law’s guitar
Henry the Eighth’s wives
the Prince of Wales’s helicopter
the King of Belgium’s birthday
Saint Francis of Assisi’s life
the governor of New York’s speech.

7. Setelah inisial ‘s juga dapat digunakan.
the PM’s secretary
the MP’s briefcase
the VIP’s escort

Catatan

Ketika bentuk possessive ‘s digunakan, articles (kata sandang) yang menyertai orang atau benda yang dimiliki tidak dipakai atau dihilangkan.
the daughter of the politician = the politician’s daughter
the intervention of America = America’s intervention
the plays of Shakespeare = Shakespeare’s plays

Bila dua orang/benda atau lebih memiliki sesuatu bersama-sama, tambahkan ‘s atau apostrof pada kata yang terakhir: Martha and Dan’s house. Tetapi bila dua orang/benda atau lebih itu memiliki sesuatu secara terpisah, tambahkan ‘s pada tiap-tiap kata: the Smiths’ and the Joneses’ houses are for sale.

Meskipun ada yang lebih senang menggunakan apostrof saja pada singular nouns yang berakhiran -s (the witness’ testimony, Burns’ poetry), bentuk akhiran ‘s (apostrof + s) lebih disarankan karena secara tepat mencerminkan pengucapan terkini dari possessive ‘s. Tetapi jika ‘s tidak diucapkan, biasanya hanya ditambahkan apostrof saja: for righteousness’ (appearance’) sake.

Frasa (phrases) yang panjang seperti the man we met on the train’s sister sebaiknya dihindari dalam penulisan. Ubah frasa tersebut dengan menggunakan of menjadi: the sister of the man we met on the train.

By; Matrix MA Ummul Quro

Komentar ditutup.